Dismenore atau nyeri haid merupakan masalah kesehatan yang umum dialami remaja putri dan dapat menurunkan kualitas hidup. Di Bandar Lampung, prevalensinya mencapai 54,9%. Pengetahuan gizi, perilaku makan, dan status gizi diduga berpengaruh terhadap kejadian serta tingkat keparahan dismenore. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan gizi, perilaku makan, dan status gizi dengan kejadian dismenore pada remaja putri kelas X dan XI di SMK Al-Huda Jati Agung, Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 111 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan gizi rendah (87,4%) dan mengalami dismenore sedang hingga berat. Pada remaja dengan perilaku makan buruk, sebanyak 44,3% mengalami dismenore sedang, sedangkan 60,0% remaja dengan status gizi kurang (underweight) mengalami dismenore berat. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi (p = 0,005), perilaku makan (p = 0,001), dan status gizi (p = 0,000) dengan tingkat keparahan dismenore. Kesimpulan: Pengetahuan gizi yang baik, perilaku makan sehat, dan status gizi yang ideal berhubungan dengan penurunan tingkat keparahan dismenore pada remaja putri.
Copyrights © 2025