Perkembangan industri kreatif yang berbasis budaya lokal mendorong pengrajin untuk melakukan inovasi secara berkelanjutan agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing sekaligus tetap mempertahankan identitas daerah. Kondisi ini terlihat pada sangkar burung ukir khas Kudus yang tidak lagi dipahami hanya sebagai benda fungsional, tetapi juga sebagai produk seni kriya dengan nilai estetika dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kreativitas pengrajin Kudus dalam pengembangan motif ukiran sangkar burung, menganalisis peran unsur estetika terhadap minat beli konsumen, serta menjelaskan kontribusi inovasi desain terhadap peningkatan nilai pasar produk. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengrajin dan konsumen, serta dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas pengrajin tercermin dalam pengolahan motif lokal, variasi detail ukiran, dan penyesuaian desain terhadap kebutuhan pasar tanpa menghilangkan ciri khas ukiran Kudus. Unsur estetika, seperti ketelitian pengerjaan, komposisi motif, dan makna simbolik, berperan dalam meningkatkan daya tarik produk serta memengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Copyrights © 2025