Permasalahan isu kesehatan mental di Nusa Tenggara Barat memerlukan perhatian khusus terutama bagi para keluarga pekerja migran yang ditinggalkan. Tekanan emosional yang dihasilkan akibat dari adanya rasa gelisah, kesepian, kehilangan serta rindu akibat jarak, telah membuat penurunan terhadap kesejahteraan psikologis keluarga migran. Untuk mengatasi hal tersebut, tim Jwara Project menggelar workshop meronce yang berfokus pada kegiatan berkreasi membuat gelang dan phone strap melalui manik-manik yang telah disediakan oleh tim di Dusun Perempung, Desa Banyu Urip, Kabupaten Lombok Barat. Fokus kegiatan ini ialah untuk mendukung penguatan kesehatan mental keluarga pekerja migran. Kegiatan meronce dilakukan dengan metode pendekatan art-based healing yang melibatkan keluarga pekerja migran yang telah hadir dengan pendampingan langsung dari tim. Hasil kegiatan menujukan bahwasanya kegiatan seni meronce telah berkontribusi penting sebagai art-based healing, dimana telah memberikan ruang untuk bebas berinteraksi, bereksprimen, berekspresi dan rasa aman antar anggota keluarga migran.
Copyrights © 2025