Berbagai kerusakan lingkungan hidup yang berdampak negatif dalam kehidupan masyarakat menuntut diupayakannya pendidikan lingkungan hidup sejak dini. Salah satu bentuk pendidikan lingkungan hidup sejak dini adalah memperkenalkan batik warna alami melalui pelatihan membatik di Desa Wisata MENARI, Ngrawan, Kabupaten Semarang. Desa wisata ini merupakan salah satu kelompok binaan ASTRA yang mendedikasikan upaya pelestarian berbagai kesenian tradisional. Batik dipilih karena ia merupakan warisan budaya Indonesia, motifnya melibatkan keanekaragaman hayati, dan dapat memberikan pengetahuan tentang jenis-jenis kekayaan hayati yang potensial digunakan sebagai pewarna alami untuk batik. Oleh sebab itu, kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pelatihan membatik bagi siswa kelas SD. Pelatihan diikuti oleh 120 siswa kelas IV SDIT Permata Bunda dari Demak dengan metode eksperiensial yang dilakukan dalam dua tahap, yaitu (1) pemaparan materi; dan (2) praktik membatik dan pewarnaan dengan pewarna alami. Para peserta mengikuti pelatihan dengan antusias, dan hasilnya berupa kain batik yang diwarnai dengan Secang dan Tingi dapat mereka bawa pulang. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebelumnya para peserta pelatihan ini sudah pernah belajar membatik dengan pewarnaan sintetis. Ada berbagai alasan mereka mengikuti pelatihan ini, dan yang paling banyak dikemukakan adalah bahwa (1) mereka ingin belajar membatik; (2) membatik adalah kegiatan yang menyenangkan; (3) mengikuti program sekolah. Meski demikian, ada sedikit (3%) yang mengikuti pelatihan membatik untuk melestarikan budaya bangsa. Hasil post-test menunjukkan bahwa 79% dari peserta sudah memahami proses membatik. Pelatihan membatik ini diharapkan akan dapat menumbuhkan kecintaan siswa SD dalam melestarikan lingkungan hidup, yaitu keanekaragaman hayati, sekaligus melestarikan warisan budaya Indonesia.
Copyrights © 2025