Stunting merupakan masalah gizi kronis yang serius di Desa Sokawera, Banyumas. Permasalahan ini diperburuk oleh rendahnya pemahaman masyarakat tentang peran mikrobiota usus dalam penyerapan gizi dan kurangnya pemanfaatan pangan lokal menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menanggulangi stunting melalui intervensi holistik yang mengintegrasikan edukasi kesehatan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan adalah participatory action research yang melibatkan 40 ibu balita dan kader Posyandu. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap: asesmen awal (pre-test), implementasi program (penyuluhan kesehatan dan pelatihan produksi pangan fungsional “LowiPro” berupa yoghurt dan biskuit pisang), dan evaluasi (post-testdengan analisis N-gain). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada seluruh aspek yang diukur, meliputi pemahaman tentang mikrobiota usus, stunting, infeksi parasit, serta keterampilan produksi dan sertifikasi produk. Analisis data menunjukkan skor N-gain berada pada kategori rendah hingga sedang (0,14–0,37). Peserta berhasil memproduksi produk “LowiPro” dan menunjukkan antusiasme tinggi untuk melanjutkan produksi sebagai wirausaha mandiri dan alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Oleh karena itu, integrasi edukasi kesehatan dan pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal merupakan strategi yang efektif dan berkelanjutan untuk pencegahan stunting.
Copyrights © 2025