Penurunan cakupan investigasi kontak tuberkulosis (TB) di masyarakat menjadi tantangan utama di wilayah kerja Puskesmas Baiturrahman. Rendahnya pengetahuan keluarga pasien, stigma sosial, dan keterbatasan media edukasi menjadi faktor penghambat optimalisasi penemuan kasus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterbukaan keluarga pasien TB melalui pengembangan media edukasi inovatif berupa buku panduan dan video edukasi, serta mendorong peningkatan cakupan investigasi kontak TB di sepuluh desa di Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan meliputi penyuluhan berbasis komunitas dengan desain pre-test dan post-test, observasi partisipatif, dan wawancara singkat. Media edukasi disampaikan oleh kader TB kepada keluarga pasien di Desa Lampaseh, Keudah, Lamgapang, Lamdingin, Lamteumen, Lamgugob, Lamteumen Barat, Lamteumen Timur, Lamteumen Tengah, dan Lamteumen Selatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan keluarga, yaitu pengetahuan tentang TB meningkat sebesar 30%, pemahaman pentingnya investigasi kontak meningkat 32%, dan kesadaran pencegahan penularan di rumah meningkat 28%. Selain itu, cakupan investigasi kontak meningkat dari 35% menjadi 70% setelah intervensi. Media edukasi inovatif yang dikombinasikan dengan pendampingan kader TB menunjukkan efektivitas yang baik dalam meningkatkan pengetahuan, mendorong keterbukaan keluarga, dan memperluas cakupan investigasi kontak TB, sehingga berpotensi menjadi model intervensi berbasis komunitas yang dapat diterapkan di wilayah lain.
Copyrights © 2025