Desa Siakin, Kabupaten Bangli, Bali, memiliki potensi pengembangan tanaman bawang putih sebagai bahan baku obat tradisional, namun keterampilan masyarakat dalam budidaya organik masih terbatas. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan minat, pengetahuan, sikap dan keterampilan petani dalam budidaya bawang putih organik. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research melalui sosialisasi pada 30 orang warga dan pembuatan lahan percontohan budi daya bawang putih organik. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan peserta sebesar 3,9% (dari 76% menjadi 79%). Selain itu, pada aspek motivasi mengalami pergeseran. Alasan motivasi sebelum pelatihan yaitu dominan terkait potensi pasar (37%), namun setelah pelatihan berubah menjadi motivasi akibat kesadaran akan kesehatan dan keamanan pangan (36%) serta menilai bahwa bawang putih organik memiliki nilai ekonomi lebih tinggi (32%). Peserta juga mampu mempraktikkan budidaya bawang putih organik. Program ini terbukti meningkatkan literasi pertanian organik sekaligus membuka peluang pengembangan sentra pertanian bawang putih yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025