Daerah Irigasi Jatiroto dengan luas 4342 Ha dan Daerah Irigasi Pondokwaluh Kencong Barat dengan luas 3110 Ha merupakan DI kewenangan pusat (BBWS Brantas). Modernisasi dalam system irigasi penting diupayakan sebagai cara menciptakan sistem dalam mengelola irigasi secara efektif efektif, efisien, dan berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan serta memastikan ketersediaan air, terutama bagi sektor pertanian. Pada penelitian ini, dilakukan survei wawancara menggunakan metode kuesioner Rapid Appraisal Procedure (RAP) dan menganalisis data menggunakan Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP) dan Simple Additive Weighting (SAW). Penilaian dilakukan berdasarkan kelima pilar Indeks Kesiapan Modernisasi Irigasi (IKMI), yakni: Ketersediaan Air, Infrastruktur Irigasi, Sistem Pengelolaan, Institusi Pengelola, dan Sumber Daya Manusia. Hasil analisis yang didapat, skala prioritas pertama yang siap menuju modernisasi irigasi yaitu DI. Pondokwaluh Kencong Barat memiliki nilai IKMI 82.13% dengan skala prioritas pertama pada 5 pilar IKMI yaitu pilar 2 (Infrastruktur irigasi) dengan nilai 14.80%. Skala prioritas kedua yaitu DI. Jatiroto memiliki nilai IKMI 68.05%. Sehingga, perlu dilakukannya rekomendasi upaya peningkatan untuk menuju kesiapan modernisasi irigasi.
Copyrights © 2026