Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi antarpetani terhadap kesiapan petani padi dalam mengadopsi inovasi Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) guna mendukung manajemen kesehatan tanah. PUTS merupakan inovasi untuk mengetahui kadar unsur hara (N, P, K) dan pH tanah sehingga dapat membantu petani mengatur pemupukan berimbang dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Penelitian dilakukan pada 170 petani padi di Sleman, Bantul, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Variabel yang dianalisis meliputi komunikasi antarpetani, sikap, modal manusia, dan kesiapan adopsi inovasi PUTS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antarpetani berpengaruh positif baik secara langsung maupun tidak langsung melalui sikap dan modal manusia terhadap kesiapan adopsi PUTS. Kesimpulan dalam penelitian ini, penguatan komunikasi antarpetani dan peningkatan kapasitas modal manusia menjadi kunci untuk mendorong adopsi inovasi PUTS dalam mewujudkan manajemen kesehatan tanah yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025