Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keefektifan model Problem-Based Learning (PBL) berbantuan Canva interaktif bernuansa etnomatematika terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa serta mendeskripsikan kemampuan tersebut ditinjau dari Adversity Quotient (AQ). Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed method) dengan desain sequential explanatory. Metode kuantitatif menggunakan desain posttest-only control group yang melibatkan siswa kelas IX SMP Negeri 39 Semarang, dengan kelas IX D sebagai kelompok eksperimen dan kelas IX F sebagai kelompok kontrol. Metode kualitatif menggunakan studi kasus deskriptif melalui wawancara terhadap siswa yang dipilih berdasarkan kategori AQ tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data meliputi tes kemampuan pemecahan masalah, angket AQ, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mencapai ketuntasan belajar, memiliki rata-rata nilai yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, serta proporsi ketuntasan yang lebih baik secara signifikan. Analisis regresi menunjukkan bahwa AQ berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis dengan kontribusi sebesar 12,5% dan 87,5% dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil kualitatif menunjukkan bahwa siswa dengan AQ tinggi memiliki ketekunan, strategi, dan refleksi yang lebih baik dalam menyelesaikan masalah. Dengan demikian, pembelajaran PBL berbantuan Canva interaktif bernuansa etnomatematika efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dan AQ berperan penting dalam proses pemecahan masalah siswa.
Copyrights © 2026