Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Serasan sebagai strategi pertahanan Indonesia di perbatasan Natuna. Tahun 2009, Tiongkok mengklaim sebagian wilayah Laut Natuna Utara yang termasuk Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia melalui peta sembilan garis putus-putus Laut Tiongkok Selatan. PLBN Serasan hadir sebagai salah satu infrastruktur yang menunjang pertahanan untuk mempertahankan kedaulatan wilayah Indonesia di Natuna. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dan mengambil data melalui wawancara dengan Kepala PLBN Serasan dan studi literatur. Sebagai batasan, penelitian ini berpusat pada PLBN Serasan sebagai strategi pertahanan Indonesia di Laut Natuna Utara menurut teori Sea Power dan konsep kepentingan nasional. Hasil yang didapat adalah pembangunan PLBN Serasan merupakan strategi pertahanan yang menegaskan kehadiran Indonesia di wilayah maritim dan mendukung Indonesia dalam mempertahankan integritas teritorial. Keberadaan PLBN Serasan merupakan manifestasi strategi pertahanan Indonesia di perbatasan yang menggabungkan pertahanan militer dan nirmiliter. Koordinasi antara PLBN Serasan dengan unsur TNI dan Polri berperan penting dalam memperkuat pengawasan, menjaga kedaulatan, dan memastikan keamanan wilayah perbatasan Indonesia di Natuna. Pada aspek pertahanan nirmiliter, PLBN Serasan berpotensi membentuk pusat ekonomi baru yang berkontribusi pada pembangunan kekuatan pertahanan. PLBN Serasan mendukung Indonesia untuk mengambil kendali wilayah maritimnya dan menjaga kepentingan nasionalnya.
Copyrights © 2025