Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran audit forensik dalam mendeteksi kecurangan pada proses penjualan dan distribusi produk farmasi dengan mengambil PT Indofarma Grup sebagai studi kasus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data sekunder yang diperoleh melalui laporan audit investigatif BPK dan BPKP, publikasi resmi OJK, pemberitaan media kredibel, serta literatur akademik terkait audit forensik dan fraud di industri farmasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi untuk mengidentifikasi pola fraud, metode investigasi, serta efektivitas audit forensik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audit forensik mampu mengungkap berbagai bentuk kecurangan yang melibatkan manipulasi laporan keuangan, penjualan fiktif, penggelembungan persediaan, rekayasa transaksi, serta penyalahgunaan wewenang oleh manajemen puncak. Audit forensik juga berhasil menelusuri ketidaksesuaian dokumen fisik dan digital, menganalisis pola transaksi tidak wajar melalui data analytics, serta mengidentifikasi penyimpangan pada alur distribusi. Temuan tersebut tidak hanya mengungkap kerugian negara, tetapi juga mendorong pembenahan tata kelola melalui penguatan pengendalian internal, perbaikan prosedur akuntansi, dan peningkatan fungsi pengawasan. Penelitian ini menegaskan bahwa audit forensik berperan strategis sebagai instrumen pendeteksian fraud yang lebih efektif dibandingkan audit reguler, terutama pada sektor dengan kompleksitas tinggi seperti industri farmasi.
Copyrights © 2026