Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana hubungan emosional antara anak dan orang tua serta pengaruh pola asuh terhadap kesejahteraan psikologis dan kepercayaan diri. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan empat responden mengenai kedekatan emosional, komunikasi dari hati ke hati, serta persepsi terhadap perhatian dan dukungan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi pengalaman emosional: satu responden (R1) merasakan kedekatan yang tinggi dengan komunikasi terbuka dan dukungan emosional yang konsisten, sedangkan tiga responden lainnya (R2, R3, R4) mengalami kedekatan sedang hingga rendah akibat komunikasi terbatas, kurangnya apresiasi, dan perhatian orang tua yang minim. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pola asuh yang hangat dan penuh perhatian dapat membangun kepercayaan diri, kesejahteraan psikologis, dan motivasi belajar anak, sementara pola asuh yang kurang hangat berpotensi menimbulkan jarak emosional, kesepian, dan perasaan tidak dihargai. Penelitian ini menekankan pentingnya untuk melakukan dialog terbuka pada orang tua dan anak, kepekaan orang tua, dan perhatian emosional untuk membangun hubungan keluarga yang sehat dan harmonis.
Copyrights © 2026