Penelitian ini mengeksplorasi pandangan orang tua sedulur sikep dalam hal bilingualisme bahasa anak usia dini dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode penelitian studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dengan tiga orang tua sedulur sikep yang memiliki anak usia dini. Meskipun orang tua sedulur sikep ini cenderung kaku terhadap segala bentuk modernisasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua sedulur sikep cukup terbuka apabila hanya bentuk penguasaan dari satu bahasa terlebih bilingualisme pada anak usia dini. Temuan ini menunjukkan bahwa orang tua sedulur sikep memberikan pandangan positif terhadap bilingualisme bahasa anak usia dini dengan batasan yang sewajarnya saja. Penelitian lanjutan disarankan untuk menggali dampak jangka panjang pada perkembangan kognitif anak usia dini di kalangan sedulur sikep maupun komunitas tradisional lainnya. Implikasi dari hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar rancangan untuk mmebuat program pendidikan bahasa yang mendukung akan keberlanjutan bahasa jawa bagi kalangan sedulur sikep. Penelitian selanjutnya dapat meninjau tentang dampak jangka panjang dari bilingualisme di kalangan masyarakat tradisional.
Copyrights © 2025