Studi ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan masyarakat yang terus berlanjut mengenai layanan penerangan jalan umum (PJU) di Kota Samarinda, terutama terkait keterlambatan penanganan laporan dan penyebaran informasi layanan yang tidak merata. Layanan tersebut merupakan bagian dari Sistem Layanan Penerangan Jalan Umum (SILAJU) yang dikelola oleh Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Samarinda. Penelitian ini bertujuan menganalisis keselarasan antara Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) SILAJU dan tingkat kepuasan masyarakat yang sebenarnya, dengan berpedoman pada sembilan indikator dalam Peraturan Menteri No. 14/2017 tentang Survei Kepuasan Masyarakat. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa pelaksanaan SILAJU secara umum berjalan baik serta mencerminkan prinsip layanan publik seperti transparansi, akuntabilitas, dan daya tanggap, terlihat dari persyaratan sederhana, pemanfaatan sistem pelaporan digital, dan tidak adanya biaya layanan. Namun masih terdapat tantangan, termasuk belum adanya standar waktu penyelesaian, keterbatasan inventaris teknis dan personel lapangan, serta penjangkauan yang belum merata. Secara keseluruhan, tingkat kepuasan masyarakat sejalan dengan skor IKM yang relatif tinggi, meskipun tetap diperlukan peningkatan pada fasilitas pendukung dan pemerataan layanan.
Copyrights © 2025