Penyakit akibat kerja (PAK) masih menjadi masalah penting di sektor informal, terutama pada pekerjaan pandai besi yang memiliki risiko tinggi terhadap paparan panas, asap logam, kebisingan, dan postur kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan penyakit akibat kerja pada pekerja pandai besi di CV Taman Langit tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja pandai besi di CV Taman Langit Desa Teratak yang berjumlah 35 orang, menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan rendah tentang penyakit akibat kerja yaitu sebanyak 24 responden (68,6%), sedangkan yang berpengetahuan tinggi sebanyak 11 responden (31,4%). Selain itu, sebanyak 29 responden (82,9%) mengalami gejala terkait penyakit akibat kerja. Hasil ini menunjukkan bahwa rendahnya tingkat pengetahuan berpengaruh terhadap tingginya kejadian PAK pada pekerja pandai besi. Diperlukan upaya peningkatan edukasi dan penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui pelatihan rutin serta penyediaan alat pelindung diri (APD) untuk mencegah penyakit akibat kerja di lingkungan kerja pandai besi.
Copyrights © 2025