Jerawat (acne vulgaris) merupakan masalah kulit yang disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk bakteri Cutibacterium acnes dan proses inflamasi. Penggunaan obat konvensional sering menimbulkan efek iritasi sehingga mendorong pencarian alternatif alami, salah satunya kulit buah delima (Punica granatum L.) yang kaya akan polifenol dan memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, serta antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisikokimia ekstrak gliserin kulit buah delima pada sediaan serum gel antijerawat dengan dua konsentrasi ekstrak, yaitu Formula I (FI) 15% dan Formula II (FII) 30%. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kedua formula memenuhi kriteria sediaan topikal yang baik. Secara organoleptis, kedua formula berbentuk kental, berair, dan memiliki aroma khas delima, dengan FII berwarna cokelat sedangkan FI berwarna kekuningan. Nilai pH kedua formula berada dalam rentang pH kulit (4,5–6,8) dan viskositasnya memenuhi syarat (2.000–4.000 cPs) dengan sifat aliran pseudoplastis. Secara statistik, FII menunjukkan daya sebar (6,78 ± 0,16 cm) dan daya lekat (188,33 ± 1,53 detik) yang lebih tinggi dan berbeda signifikan dibandingkan FI, yang menunjukkan kemudahan aplikasi serta retensi kulit yang lebih baik. Berdasarkan hasil karakteristik fisikokimia, FII (30%) disimpulkan sebagai formula yang paling optimal.
Copyrights © 2025