Drymaria cordata Willd., tumbuhan tradisional dengan potensi farmakologis, menunjukkan aktivitas anti-inflamasi, analgesik, dan antipiretik dalam studi preklinis. Ekstrak metanol dan airnya secara signifikan mengurangi edema pada model tikus yang diinduksi karagenan melalui penghambatan mediator inflamasi (prostaglandin, sitokin) serta menekan respons nyeri dalam uji writhing asam asetat. Efek antipiretiknya, setara aspirin, dimediasi oleh modulasi hipotalamus dan inhibisi prostaglandin E2 pada tikus demam yang diinduksi 2,4-DNP/ragi. Namun, studi toksisitas perkembangan pada embrio ikan zebra mengungkapkan LC₅₀ 448 μg/ml dengan kelainan seperti edema dan hambatan pertumbuhan, mengindikasikan risiko toksisitas pada tahap perkembangan awal. Meski hasil preklinis mendukung penggunaan tradisionalnya, belum ada uji klinis manusia yang dilaporkan (2020–2025). Penelitian lanjutan diperlukan untuk memvalidasi keamanan, dosis terapeutik, dan mekanisme molekuler, khususnya terkait potensi toksisitas pada mamalia dan populasi rentan. Temuan ini menegaskan perlunya integrasi data keamanan sebelum pemanfaatan klinis Drymaria cordata.
Copyrights © 2025