Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama didaerah tropis dan sub-tropis, tidak terkecuali Indonesia yang merupakan negara beriklim tropis dan juga merupakan salah satu negara endemis Demam Berdarah Dengue. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kejadian Demam Berdarah Dengue yaitu faktor Triad Epidemiologi yaitu Agent, Host, dan Environment. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian demam berdarah dengue di wilayah kerja UPTD Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan Cross Sectional dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: Penelitian menunjukkan hasil uji Chi-Square tempat penampungan air dengan nilai p-value 0,768 dan sistem pengelolaan sampah dengan nilai p-value 0,905 yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara kedua variabel tersebut dengan kejadian demam berdarah dengue. Hasil uji Chi-Square kondisi lingkungan rumah dengan nilai 0,000 yang berarti adanya hubungan yang signifikan antara variabel tersebut dengan kejadian demam berdarah dengue. Kesimpulan: Terdapat 56 responden menderita kejadian DBD berjumlah 30 orang (53,6%) dan yang tidak menderita kejadian demam berdarah dengue berjumlah 26 orang (46,4%). Tidak adanya hubungan antara tempat penampungan air dan sistem pengelolaan sampah dengan kejadian demam berdarah dengue, adanya hubungan antara kondisi lingkungan rumah dengan kejadian kejadian demam berdarah dengue Menambah pengetahuan tentang penyakit Demam Berdarah Dengue khususnya hal-hal yang harus diperhatikan di lingkungan sekitar rumah agar tidak tejadi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue.
Copyrights © 2025