Gangguan fungsi ginjal diindikasikan dengan peningkatan kadar kreatinin serum dalam darah, yang diikuti dengan penurunan kadar hemoglobin. Ada dua bentuk gangguan fungsi ginjal yaitu: gagal ginjal akut dan kronik. Keduanya dapat diketahui melalui gejala-gejalanya maupun pemeriksaan laborartorium dengan melihat kadar kreatininnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara kadar hemoglobin dengan kadar kreatinin pada pasien gangguan fungsi ginjal di Laboratorium Klinik Prodia Kediri. Metode yang digunakan adalah metode prospektif untuk penentuan tempat, sampel dan waktu penelitian. Penelitian dilakukan di Laboratorium Klinik Prodia Kediri pada bulan Mei 2023 dengan jumlah sampel 48 pasien. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan sampel darah, rekam medik, dan kuesioner. Analisis data menggunakan korelasi Sperman’s Rank. Hasil penelitian memperlihatkan terdapat hubungan bermakna antara kadar hemoglobin dengan kadar kreatinin pada pasien gangguan fungsi ginjal di Laboratorium Klinik Prodia Kediri, dengan nilai korelasi P =0,000, kemudian nilai kekuatan korelasinya -0,527 yang berarti berkorelasi sedang dan arah hubungannya diketahui negatif yang berarti berlawanan arah. Hal ini berarti semakin besar kadar kreatinin maka semakin kecil kadar hemoglobinnya. Pada karakteristik pasien didapati prosentase pasien laki-laki (52%) lebih tinggi dibanding perempuan (48%). Dilihat dari umur didapati sebagian besar (31%) sudah usia lanjut (66-75 tahun), dengan peyebab terbanyak diabetes militus dan hipertensi sekaligus (44%). Dilihat dari gejalanya, sebagian besar pasien cepat lelah (48,5%) dan kombinasi antara cepat lelah, sering kencing, nyeri pinggang, dan kesemutan (29,2%). Dilihat dari riwayat keluarga, seluruh pasien (100%) memiliki riwayat keluarga dengan diabetes militus dan hipertensi.
Copyrights © 2025