Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Jaringan Kewirausahaan, Peluang Kewirausahaan, dan Keunggulan Bersaing terhadap Kinerja UMKM di Desa Pematang Setrak Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai. Desain/metodologi/pendekatan – Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 30 pelaku UMKM. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan melakukan observasi, wawancara, dokumentasi serta penyebaran kuesioner. Temuan – Hasil pengujian secara parsial dan simultan menunjukkan bahwa Jaringan Kewirausahaan, Peluang Kewirausahaan, dan Keunggulan Bersaing berpengaruh positif dan signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap Kinerja UMKM di Desa Pematang Setrak Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 64,5% mengindikasikan bahwa variabel independen mampu menjelaskan variasi Kinerja UMKM dengan baik. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini terbatas pada UMKM di Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan ke wilayah lain. Variabel yang diteliti terbatas pada jaringan kewirausahaan, peluang kewirausahaan, dan keunggulan bersaing. Penggunaan metode survei melalui kuesioner berpotensi mengandung bias persepsi responden. Penelitian bersifat cross-sectional sehingga belum menggambarkan perubahan kinerja UMKM dalam jangka panjang, serta belum membahas secara mendalam faktor eksternal seperti kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah. Implikasi – Secara teoretis, penelitian ini memperkuat teori entrepreneurial networking, entrepreneurial opportunity, dan competitive advantage, serta mendukung teori Porter (1985) bahwa keunggulan bersaing menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja usaha. Secara praktis, pelaku UMKM perlu memperluas jaringan usaha dan memanfaatkan peluang pasar untuk meningkatkan daya saing. Pemerintah daerah dapat menggunakan hasil ini sebagai dasar program pelatihan dan pendampingan berbasis jejaring serta inovasi usaha, sementara lembaga keuangan dan pendidikan perlu memberikan dukungan pembiayaan dan pelatihan kewirausahaan yang relevan. Secara kebijakan, pemerintah perlu memperkuat kebijakan yang mendukung pembentukan jaringan usaha, penciptaan peluang, dan peningkatan kapasitas UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan perluasan lapangan kerja.
Copyrights © 2026