Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh konservatisme akuntansi terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur di Indonesia dan Malaysia, serta menguji peran fleksibilitas keuangan sebagai variabel moderasi yang memperkuat hubungan tersebut. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian kuantitatif ini menggunakan data sekunder dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Bursa Efek Malaysia (BEM) tahun 2024. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan total 1.138 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan perangkat lunak E-Views 13. Financial distress diukur dengan Interest Coverage Ratio (ICR), konservatisme diukur dengan total akrual ditambah depresiasi dibagi total aset, dan fleksibilitas keuangan diukur dengan rasio laba ditahan terhadap total aset. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa konservatisme akuntansi berpengaruh negatif signifikan terhadap financial distress, yang berarti semakin tinggi tingkat konservatisme pelaporan keuangan, semakin rendah probabilitas perusahaan mengalami tekanan keuangan. Selain itu, fleksibilitas keuangan terbukti memperkuat pengaruh negatif konservatisme terhadap financial distress. Fleksibilitas keuangan juga berpengaruh langsung negatif terhadap financial distress, sehingga merupakan variabel kuasi moderasi. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini tidak menggunakan variabel kontrol seperti ukuran perusahaan atau kualitas audit. Financial distress hanya diukur dengan proksi ICR. Penelitian hanya menggunakan data cross-section sehingga pengaruh waktu tidak diakomodasi. Penelitian tidak melakukan kontrol negara maupun pengujian split sampel antara Indonesia dan Malaysia. Implikasi – Secara teoretis, penelitian ini memperkaya literatur teori keagenan dengan menunjukkan bahwa efektivitas konservatisme dalam menurunkan financial distress sangat dipengaruhi oleh kondisi struktur keuangan perusahaan. Secara praktis, penelitian ini memberikan rekomendasi bagi manajemen untuk menjaga kualitas konservatisme pelaporan keuangan tanpa mengorbankan fleksibilitas keuangan sebagai strategi kunci menghindari risiko financial distress dan kebangkrutan.
Copyrights © 2026