Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh konservatisme terhadap financial distress perusahaan manufaktur Indonesia dan Malaysia: Peran fleksibilitas keuangan Kholid, Arif Wahyu Nur; Vauliyanti, Vani
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.988

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh konservatisme akuntansi terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur di Indonesia dan Malaysia, serta menguji peran fleksibilitas keuangan sebagai variabel moderasi yang memperkuat hubungan tersebut. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian kuantitatif ini menggunakan data sekunder dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Bursa Efek Malaysia (BEM) tahun 2024. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan total 1.138 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan perangkat lunak E-Views 13. Financial distress diukur dengan Interest Coverage Ratio (ICR), konservatisme diukur dengan total akrual ditambah depresiasi dibagi total aset, dan fleksibilitas keuangan diukur dengan rasio laba ditahan terhadap total aset. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa konservatisme akuntansi berpengaruh negatif signifikan terhadap financial distress, yang berarti semakin tinggi tingkat konservatisme pelaporan keuangan, semakin rendah probabilitas perusahaan mengalami tekanan keuangan. Selain itu, fleksibilitas keuangan terbukti memperkuat pengaruh negatif konservatisme terhadap financial distress. Fleksibilitas keuangan juga berpengaruh langsung negatif terhadap financial distress, sehingga merupakan variabel kuasi moderasi. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini tidak menggunakan variabel kontrol seperti ukuran perusahaan atau kualitas audit. Financial distress hanya diukur dengan proksi ICR. Penelitian hanya menggunakan data cross-section sehingga pengaruh waktu tidak diakomodasi. Penelitian tidak melakukan kontrol negara maupun pengujian split sampel antara Indonesia dan Malaysia. Implikasi – Secara teoretis, penelitian ini memperkaya literatur teori keagenan dengan menunjukkan bahwa efektivitas konservatisme dalam menurunkan financial distress sangat dipengaruhi oleh kondisi struktur keuangan perusahaan. Secara praktis, penelitian ini memberikan rekomendasi bagi manajemen untuk menjaga kualitas konservatisme pelaporan keuangan tanpa mengorbankan fleksibilitas keuangan sebagai strategi kunci menghindari risiko financial distress dan kebangkrutan.
Pengaruh financial distress terhadap nilai perusahaan manufaktur Indonesia dan Malaysia: Peran konservatisme Vauliyanti, Vani; Kholid, Arif Wahyu Nur
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.992

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial distress terhadap nilai perusahaan dengan konservatisme akuntansi sebagai variabel moderasi dalam perspektif teori keagenan pada perusahaan manufaktur di pasar berkembang (Indonesia dan Malaysia). Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian kuantitatif ini menggunakan data sekunder dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Bursa Efek Malaysia (BEM) tahun 2024. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan total 1.595 observasi. Nilai perusahaan diukur dengan Tobin's Q, financial distress diukur dengan Interest Coverage Ratio (ICR) dikalikan -1, dan konservatisme diukur dengan total akrual ditambah depresiasi dibagi total aset dikalikan -1. Analisis data dilakukan menggunakan regresi berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan kovarians HAC (Newey-West) untuk mengatasi masalah heteroskedastisitas, berbantuan perangkat lunak E-Views 13. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial distress berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan (koefisien -0,0023; prob. 0,000). Konservatisme akuntansi tidak berpengaruh langsung terhadap nilai perusahaan (prob. 0,3607), namun terbukti memperlemah dampak negatif financial distress terhadap nilai perusahaan (koefisien interaksi 0,0091; prob. 0,0033). Dengan demikian, konservatisme berperan sebagai pure moderator dan berfungsi sebagai governance buffer yang meredam perilaku oportunistik manajer saat tekanan keuangan meningkat. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini tidak menggunakan variabel kontrol seperti negara, ukuran perusahaan, atau kualitas audit. Nilai perusahaan hanya diukur dengan proksi Tobin's Q padahal terdapat beragam pengukur lainnya. Penelitian tidak melakukan pengujian split sample atau pengujian terpisah antara Indonesia dan Malaysia. Penelitian hanya menggunakan data cross-section tahun 2024 sehingga pengaruh antar waktu tidak diakomodasi. Implikasi – Secara teoretis, penelitian ini memperkaya literatur teori keagenan dengan menunjukkan bahwa konservatisme bekerja sebagai variabel moderasi murni (pure moderator) yang nilainya baru terasa ketika perusahaan berada dalam tekanan keuangan, sehingga berfungsi sebagai governance buffer yang mereduksi perilaku oportunistik manajer. Secara praktis, manajemen perlu memandang konservatisme akuntansi bukan sebagai penghambat kinerja jangka pendek, tetapi sebagai strategi perlindungan nilai (value protection strategy) ketika menghadapi tekanan keuangan. Penerapan kebijakan pelaporan yang lebih hati-hati dapat mengurangi reaksi negatif pasar terhadap kondisi distress.