Desa Kanci di Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, memiliki program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertujuan untuk mengoptimalkan potensi pertanian dengan menerapkan smart watering system. Meskipun Desa Kanci memiliki banyak lahan pertanian, sebagian besar masih bergantung pada tadah hujan, sehingga sering terjadi kekeringan selama musim kemarau. Kondisi ini menyebabkan produktivitas lahan menurun. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan melibatkan mitra utama seperti Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelompok PKK, pemerintah desa, dan 13 mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon yang didampingi oleh satu dosen pembimbing lapangan. Di lahan percontohan, tim dosen dan mahasiswa melakukan hal-hal seperti sosialisasi, pelatihan, instalasi teknologi, dan pendampingan penggunaan sistem air pintar. Untuk meningkatkan kapasitas ekonomi keluarga, kelompok PKK juga menerima pelatihan tentang pengembangan usaha mikro dan manajemen sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra dalam mengelola teknologi pengairan kontemporer, peningkatan efisiensi penggunaan air, dan komitmen mitra untuk mempertahankan dan mengembangkan teknologi secara mandiri. Sementara PKK lebih aktif terlibat dalam kegiatan ekonomi produktif, gopoktan yang sebelumnya hanya berfokus pada padi mulai mencoba berbagai jenis tanaman hortikultura. Mahasiswa membantu masyarakat dalam pelaksanaan dan dokumentasi program, dan pemerintah desa memberikan dukungan administratif dan fasilitasi. Secara keseluruhan, masyarakat Desa Kanci telah berhasil meningkatkan kemampuan mereka dalam bidang pertanian dan pemberdayaan ekonomi dan menjadi model penerapan teknologi tepat guna berbasis partisipasi masyarakat untuk pembangunan desa yang berkelanjutan melalui program kerja keras.
Copyrights © 2026