Resiliensi merupakan kemampuan penting yang perlu dimiliki pemuda dalam menghadapi tekanan akademik, sosial, maupun emosional yang semakin kompleks di era modern. Namun, kajian mengenai resiliensi sering kali hanya bertumpu pada perspektif psikologi kontemporer tanpa memanfaatkan kekayaan naratif dari tokoh Alkitab yang relevan bagi pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan menyusun suatu model resiliensi pemuda dengan mengaitkan pengalaman Daud muda sebagai figur yang bergumul dengan penolakan, ancaman, dan ekspektasi besar dengan konsep resiliensi kontemporer. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui studi kepustakaan, mencakup analisis literatur akademik serta pembacaan naratif terhadap perjalanan hidup Daud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons Daud, seperti keberanian mengambil risiko, kejujuran dalam mengungkapkan pergumulan batin, serta ketergantungannya pada Tuhan, selaras dengan komponen utama resiliensi, yaitu kekuatan personal, dukungan relasional, dan fondasi spiritual. Berdasarkan temuan tersebut dirumuskan kerangka resiliensi pemuda yang menekankan pengembangan karakter, relasi suportif, dan pembinaan iman sebagai unsur penting dalam membangun ketahanan diri.
Copyrights © 2025