Latar belakang: Pasien yang akan menjalani operasi jantung terbuka sering kali mengalami kecemasan tinggi meskipun telah mendapatkan edukasi praoperasi dari perawat. Edukasi yang disampaikan secara verbal sering belum cukup membantu pasien memahami dan menerima proses tindakan medis yang kompleks. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman perawat dalam memberikan edukasi praoperasi kepada pasien jantung terbuka dan memahami makna di balik fenomena kecemasan pasien meskipun sudah diberikan penjelasan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Partisipan terdiri dari enam perawat yang memiliki pengalaman memberikan edukasi praoperasi jantung terbuka (CABG). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi terstruktur dan dianalisis menggunakan metode analisis Colaizzi. Hasil: Analisis menghasilkan empat tema utama: (1) keterbatasan komunikasi verbal dalam menenangkan pasien, (2) pentingnya media visual dalam membantu pemahaman pasien, (3) perawat sebagai pendamping emosional, dan (4) kebutuhan inovasi dalam edukasi praoperasi. Kesimpulan: Edukasi praoperasi yang efektif membutuhkan pendekatan yang tidak hanya informatif tetapi juga empatik dan visual. Perawat memiliki peran penting sebagai komunikator terapeutik yang mampu menghadirkan rasa aman melalui penyampaian edukasi yang humanis dan kontekstual.
Copyrights © 2025