Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pembelajaran IPAS dapat berperan sebagai sarana pengembangan empati dan toleransi pada peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara dengan guru dan siswa kelas III, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS mampu menjadi sarana efektif dalam mengembangkan empati dan toleransi peserta didik melalui kegiatan kontekstual dan kolaboratif. Peserta didik diajak untuk memahami fenomena sosial dan lingkungan sekitar secara kritis serta dilatih bekerja sama, saling menghargai perbedaan, dan membantu sesama dalam kegiatan eksperimen dan proyek kelompok. Peran guru sangat menentukan keberhasilan internalisasi nilai, karena guru tidak hanya mengajarkan konsep ilmiah, tetapi juga menjadi model dan fasilitator nilai melalui pembiasaan reflektif serta penguatan positif terhadap perilaku empatik. Pendekatan pembelajaran IPAS di madrasah memiliki keunggulan integratif, karena dapat menggabungkan sains, sosial, dan nilai-nilai spiritual Islam secara harmonis, hal ini membuat pembelajaran lebih bermakna dan relevan dengan konteks kehidupan peserta didik.
Copyrights © 2025