Jurnal Bhuwana
VOLUME 5, NUMBER 2, NOVEMBER 2025

PREDIKSI KEBUTUHAN AIR MINUM PADA 4 KECAMATAN DI KABUPATEN KARAWANG HINGGA TAHUN 2050WATER DEMAND PREDICTION IN 4 DISTRICTS IN KARAWANG REGENCY UNTIL 2050

Winarni (Unknown)
Sarah Aphirta (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Jan 2026

Abstract

Air minum merupakan sumber daya yang terbatas dan permintaannya terus meningkat. Dalam beberapa dekade terakhir, pemahaman dan prediksi konsumsi air minum telah menjadi titik fokus kebijakan, untuk mendukung akses terhadap air minum dan sanitasi layak bagi masyarakat. Tujuan studi ini untuk memprediksi kebutuhan air hingga tahun 2050 pada empat kecamatan di Kabupaten Karawang, yaitu Kecamatan Karawang Barat, Kecamatan Karawang Timur, Kecamatan Klari, dan Kecamatan Teluk Jambe Timur, dimana cakupan pelayanan di wilayah studi ini pada tahun 2022 masih sekitar 27,91%. Analisis konsumsi air minum domestik dan non domestik dilakukan berdasarkan data konsumsi air minum perpipaan tahun 2022 dari Perumdam Tirta Tarum. Prediksi kebutuhan air dilakukan untuk mencapai cakupan pelayanan 45% pada tahun 2030 atau 343.138 jiwa terlayani, sesuai dengan target air minum aman dari tujuan ke-6 Sustainable Development Goals. Cakupan pelayanan air minum perpipaan tahun 2050 ditargetkan mencapai 90% atau 806.439 jiwa terlayani. Prediksi kebutuhan air harian rata-rata pada tahun 2030 adalah 730,76 L/detik dan pada tahun 2050 mencapai 1.808,42 L/detik. Selanjutnya, kapasitas produksi yang diperlukan harus dapat mengantisipasi adanya kehilangan air serta kebutuhan hari maksimum, sehingga diperlukan kapasitas instalasi produksi sebesar 1.240 L/detik pada tahun 2030 dan sebesar 2.555 L/detik pada tahun 2050.  

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

bhuwana

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Chemical Engineering, Chemistry & Bioengineering Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Energy Environmental Science

Description

Jurnal Bhuwana menerima materi dengan focus tema Lingkungan dan Kota namun tidak terbatas pada sosio-spasial lingkungan dan permukiman, urban design & planning, konservasi, preservasi dan revitalisasi kawasan, pengelolaan lingkungan, energi baru terbarukan, bioteknologi, transportasi, pengelolaan ...