Diare merupakan penyakit infeksi saluran pencernaan yang masih menjadi tantangan kesehatan utama di negara berkembang seperti Indonesia. Gejalanya meliputi frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali sehari dengan tinja cair, kadang disertai lendir atau darah. Tanpa penanganan yang tepat, diare dapat menyebabkan dehidrasi berat bahkan kematian, khususnya pada anak usia sekolah. Meskipun banyak faktor penyebab diare telah diteliti, kebersihan kuku dan penggunaan alat makan yang bersih kurang mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara perilaku higiene dan sanitasi dasar dengan kejadian diare pada siswa SMP Al-Azhar 3 Bintaro, dengan fokus pada kebersihan kuku dan alat makan. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan sampel purposif sebanyak 98 siswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, lalu dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara kejadian diare dengan perilaku BAB (p=0,014), perilaku jajan (p=0,032), perilaku cuci tangan (p=0,027), perilaku menjaga kebersihan kuku (p=0,034), penggunaan alat makan (p=0,019), serta sanitasi dasar (p=0,017). Analisis multivariat menunjukkan variabel sanitasi dasar (p=0,0075; OR=2,67) dan cuci tangan (p=0,0358; OR=2,10) merupakan variabel paling dominan yang berhubungan dengan kejadian diare. Temuan ini menegaskan pentingnya sanitasi dasar dan perilaku cuci tangan dalam pencegahan diare di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026