Lebih 75% dari seluruh wanita di dunia akan mengalami keputihan paling sedikit sekali seumur hidup dan sebanyak 45% akan mengalami 2 kali keputihan atau lebih. Faktor pencetus keputihan dapat dibagi menjadi dua yaitu faktor infeksi dan faktor non-infeksi. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui perbedaan perilaku vaginal hygiene dengan kejadian keputihan patologis pada mahasiswi. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan desain studi cross sectional. Analisis pada penelitian menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square atau dengan uji alternative fisher exact test. Hasil penelitian menunjukkan Angka kejadian keputihan patologis pada fakultas kedokteran sebanyak 32 responden (61,5%) dan pada fakultas non-kedokteran sebanyak 36 responden (69,2%), mayoritas pengetahuan vaginal hygiene dengan kategori baik berada pada fakultas kedokteran sebanyak 41 responden (78,8%), mayoritas tingkat sikap vaginal hygiene yang baik berada pada fakultas kedokteran sebanyak 45 responden (86,5%), Mayoritas tindakan vaginal hygiene yang baik berada pada fakultas kedokteran sebanyak 39 responden (75%). Dalam uji chi square, ditemukan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan vaginal hygiene dengan kejadian keputihan pada mahasiswi fakultas kedokteran dan fakultas non-kedokteran (p=0,000).
Copyrights © 2026