Identifikasi sisa-sisa kerangka sangat penting dalam praktik medikolegal. Selain jenis kelamin, usia, dan garis keturunan, tinggi badan merupakan karakteristik biologis yang menggambarkan ciri seseorang. Tetapi, terkadang hanya sisa-sisa kerangka sefalo-fasial yang tersisa. Studi ini memperkirakan tinggi badan dengan menggunakan 4 pengukuran sefalo-fasial (lingkar kepala, lebar bizigomatik, lebar bigonial, dan tinggi wajah morfologis) pada 100 orang Tamil (50 laki-laki, 50 perempuan) yang berusia 21 hingga 30 tahun. Ukuran tinggi badan dan sefalo-fasial laki-laki lebih besar daripada perempuan (p<0,05). Korelasi antara tinggi badan dan dimensi sefalo-fasial dinilai menggunakan uji alternatif Spearman. Korelasi antara dimensi sefalo-fasial dan tinggi badan pada suku Tamil menunjukkan korelasi yang sangat lemah untuk lingkar kepala dan lebar bigonial pada laki-laki, serta tinggi wajah morfologis pada kedua jenis kelamin. Selain itu, terdapat korelasi yang lemah untuk lingkar kepala dan lebar bigonial pada perempuan dan lebar bizigomatik pada laki-laki dan perempuan. Satu-satunya pengukuran sefalo-fasial yang menunjukkan korelasi signifikan dengan tinggi badan pada perempuan adalah lebar bizigomatik (r=0.307; p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pada demografi perempuan Tamil di Kota Medan, tinggi badan dapat diprediksi menggunakan persamaan regresi linier yang diturunkan dari lebar bizigomatik.
Copyrights © 2026