Diagnosa benjolan di leher memiliki kendala tersendiri karena adanya beberapa organ di leher. Kasus peradangan seperti tuberkulosa maupun keganasan yang bermanifestasi pada leher semakin meningkat. Pemeriksaan sitologi leher yang direkomendasikan untuk diagnostik pra bedah yaitu biopsi aspirasi jarum halus. Pemeriksaan ini minim resiko dan dapat memberikan hasil diagnosa lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil sitologi biopsi aspirasi jarum halus benjolan leher pasien Rumah Sakit Sri Pamela dari tahun 2021-2025. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode total sampling kasus di Patologi Anatomi dari Januari 2021- Desember 2025. Benjolan pada leher berjumlah 234 kasus berasal dari kelenjar getah bening yaitu sebanyak 116 kasus (50%), kelejar liur 10 kasus (4%), jaringan lunak 22 kasus (9%), Kelenjar tiroid 65 kasus (28%), dan organ lainya 21 kasus (9%). Hasil sitologi jinak yaitu 217 kasus (92,7%), sedangkan ganas 17 kasus (7,3%). Jenis diagnosa sitologi paling banyak yaitu limfadenitis TB yaitu sebanyak 56 kasus (20%). Jumlah Kasus keganasan didapati dari metastase 12 kasus (5,3%) dan keganasan dari tiroid 5 kasus (2,14%). Kesimpulan penelitian adalah benjolan yang paling banyak dijumpai pada leher adalah limfadenitis tuberkulosis. Kasus keganasan terbanyak adalah metastasis karsinoma dan colloid goiter adalah tumor jinak terbanyak.
Copyrights © 2026