Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon masyarakat terhadap program pemerintah mengatasi pemukiman kumum di Kota Tanjungpinang. Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) bertujuan untuk mengatasi kumuh tanpa menggusur. Penelitian ini menggunakan teori behaviorisme sosiologi dari B. F. Skinner tentang perilaku masyarakat berdasarkan lingkungan nya dan tingkah laku individu yang berlangsung dalam hubungannya dengan faktor lingkungan yang menghasilkan akibat-akibat atau perubahan dalam faktor lingkungan menimbulkan perubahan terhadap tingkah laku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan secara observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini, program Kotaku di Kampung Bugis tidak dikenal oleh masyarakat, sehingga kebiasaan masyarakat membuang sampah di laut tetap dilakukan meskipun program ini telah ada sejak 2016. Sementara itu, untuk Program Kotaku di Senggarang dan Tanjung Unggat telah ada penanganan sampah dengan memasang jaring agar sampah tidak sampai ke permukiman warga. Namun ketiga daerah itu menunjukkan tidak belum cukup berhasil program Kotaku di Tanjungpinang.
Copyrights © 2025