Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola spasial sebaran penyandang disabilitas di Kota Banjar dengan menggunakan pendekatan Moran's I dan Local Indicator of Spatial Association (LISA). Selain itu, penelitian ini juga menambahkan parameter baru berupa kepadatan penduduk dan lokasi fasilitas kesehatan untuk memperkaya interpretasi spasial. Dengan menggunakan data tahun 2022, analisis dilakukan melalui QGIS dan perangkat lunak statistik spasial. Hasilnya menunjukkan bahwa secara global terdapat autokorelasi spasial positif yang signifikan antara jumlah penyandang disabilitas di tiap kecamatan. Sementara itu, LISA tidak menemukan pola lokal yang signifikan, namun terdapat indikasi yang menarik untuk ditelusuri lebih lanjut, terutama pada wilayah Langensari. Penambahan parameter fasilitas kesehatan dan kepadatan penduduk juga mengungkapkan potensi ketimpangan spasial yang relevan bagi perumusan kebijakan berbasis lokasi.
Copyrights © 2025