Kajian Tafsīr di Iran menunjukkan dinamika yang khas karena latar belakang sejarah, budaya, dan dominasi mazhab Syi’ah yang kuat. Sebagai negara yang mayoritas penduduknya menganut Syi’ah Iṡna ‘Asyariyah, tradisi penafsiran di Iran mengalami perkembangan signifikan, mulai dari corak ekstrem yang kaku secara teologis hingga munculnya pendekatan moderat yang lebih terbuka dan kontekstual. Fokus kajian ini adalah mengungkap pergeseran paradigma Tafsīr Syi’ah di Iran era modern, dengan menelusuri transformasi dari pendekatan tradisional berbasis riwayat menuju pendekatan hermeneutis dan interdisipliner. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, mengandalkan sumber primer berupa kitab-kitab Tafsīr klasik dan kontemporer, serta literatur sekunder dari artikel jurnal dan referensi akademik terkait. Pendekatan deskriptif-interpretatif dipakai untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor revolusi politik, arus modernisasi, dan interaksi dengan pemikiran Barat menjadi pemicu utama perubahan paradigma Tafsīr. Penafsiran Syi’ah di Iran bergerak dari corak apologetik-ekstrem menuju corak moderat yang inklusif, seperti terlihat dalam karya-karya mufassir seperti Thabathaba’i. Adopsi metode hermeneutika juga memperkuat pendekatan kontekstual yang responsif terhadap tantangan sosial-kultural modern, menjadikan Iran sebagai salah satu pusat studi Tafsīr yang dinamis di dunia Islam. .
Copyrights © 2025