Pembelajaran huruf Hijaiyah dasar sering kali menghadapi tantangan dalam menjaga atensisiswa, terutama pada metode konvensional yang bersifat repetitif verbal. Meskipun game-basedlearning telah banyak diadopsi, sebagian besar masih terpaku pada mekanik kuis sederhanayang kurang memfasilitasi struktur belajar bertahap (scaffolding). Penelitian ini bertujuanmenganalisis rancangan model Level- Based Mission dalam game bergenre survival horroredukasi berjudul "Jejak Hijaiyah: Perisai Ayat dan Sang Penjelajah". Metode yang digunakanadalah analisis deskriptif kualitatif terhadap dokumen perancangan game (Game DesignDocument) dengan membandingkannya terhadap teori Cognitive Load dan prinsip Chunking.Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur misi yang membagi 28 huruf Hijaiyah ke dalam 7level (4 huruf per fase) memenuhi prinsip progressive mastery, di mana beban kognitif siswadikelola secara bertahap. Selain itu, mekanisme eksplorasi labirin dan sistem reward berupa"pemurnian area" menawarkan pendekatan pembelajaran aktif (active discovery) yang lebihkuat dibandingkan model drag-and-drop pada umumnya. Simpulan penelitian ini mengajukanbahwa model misi berlevel dalam genre survival dapat menjadi alternatif efektif untukmeningkatkan retensi hafalan melalui keterlibatan emosional dan struktur belajar yangsistematis.
Copyrights © 2025