Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecemasan dan krisis identitas dewasa muda dalam cerpen Asa Kelabu karya Benedikta Indah Putri Lestari menggunakan perspektif psikologi perkembangan Erik Erikson. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis psikologi sastra untuk mengkaji bagaimana tekanan sosial dan ekspektasi keluarga memengaruhi kondisi psikologis tokoh utama, Caca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Caca mengalami kecemasan yang dipicu oleh perasaan tertinggal dari teman-temannya serta tekanan ibunya yang terus menanyakan perkembangan akademik dan kariernya. Selain itu, ia juga mengalami krisis identitas akibat ketidaksesuaian antara impian masa kecil dan realitas yang dihadapinya, yang mengarah pada konflik psikososial dalam tahap Identity vs. Role Confusion dan Intimacy vs. Isolation. Namun, dukungan emosional dari ayahnya menjadi faktor penting dalam membantunya menghadapi kecemasan dan menerima proses kehidupannya. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada analisis mendalam terhadap bagaimana cerpen Asa Kelabu merepresentasikan perjalanan psikologis individu dewasa muda dalam menghadapi tekanan hidup, serta bagaimana sastra dapat menjadi media reflektif bagi permasalahan psikososial yang umum terjadi dalam masyarakat. Hasil penelitian ini berkontribusi pada kajian psikologi sastra dengan menyoroti peran dukungan sosial dalam membantu individu melewati fase krisis identitas dan kecemasan yang dialami dalam masa transisi menuju kedewasaan.
Copyrights © 2025