Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk pascatrauma yang dialami tokoh Kemal dalam film My Annoying Brother serta menguraikan proses pemulihan emosional yang ditampilkannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik simak-catat melalui analisis terhadap adegan, dialog, dan ekspresi visual yang merepresentasikan kondisi psikologis tokoh. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Kemal mengalami beberapa gejala pascatrauma, antara lain penolakan terhadap realitas, penarikan diri, dan ketidakstabilan emosi pada fase awal. Proses pemulihan ditandai oleh penerapan enam strategi koping yang bersifat problem-focused dan emotion-focused, dengan dukungan sosial dari tokoh Jaya sebagai faktor dominan yang mempercepat stabilisasi emosional. Selain itu, pemulihan tercermin melalui berkembangnya penerimaan diri, kemampuan adaptif, dan rekonstruksi makna hidup. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa representasi trauma dan pemulihannya dalam film dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika psikologis penyintas trauma.
Copyrights © 2025