Tuberkulosis (TB) perinatal merupakan kasus yang jarang dijumpai, tetapi hingga saat ini masih menjadi masalah terutama di daerah endemis. Kondisi ini memiliki spektrum dan gejala klinis yang beragam dari asimptomatik hingga distres napas berat. Penegakan diagnosis yang seringkali terlambat membuat angka mortalitas TB perinatal tinggi. Pemeriksaan histopatologis maupun bakteriologis termasuk dari plasenta penting untuk dilakukan. Tata laksana meliputi terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) bila bayi lahir tanpa gejala, dan terapi dengan obat antituberkulosis (OAT) bila bayi terdiagnosis sebagai TB kongenital atau TB neonatal. Pengetahuan mengenai TB perinatal yang menyeluruh dapat membantu menurunkan angka kematian neonatus.
Copyrights © 2025