Pondasi tiang bor adalah fondasi berbentuk silinder dengan lubang yang dibor di atas permukaan tanah. Kapasitas beban tiang bor diperoleh dari resistansi ujung dan resistansi kulit. Dalam menentukan kapasitas beban tiang tunggal, terdapat beberapa metode yang tersedia, termasuk metode analitis menggunakan metode Reese & Wright dan metode elemen hingga menggunakan aplikasi All Pile dan Plaxis 2D. Tujuan studi ini adalah untuk menentukan nilai dan membandingkan kapasitas beban aksial fondasi tiang tunggal menggunakan metode perhitungan Reese & Wright, All Pile, dan Plaxis 2D. Setelah melakukan perhitungan analitis menggunakan metode Reese & Wright dengan diameter tiang bor 60 cm, hasil yang diperoleh adalah kapasitas beban ujung 452,39 ton, kapasitas beban kulit 595,20 ton, kapasitas beban total 1.047,59 ton, dan kapasitas beban yang diizinkan 419,04 ton. Sedangkan untuk perhitungan metode elemen hingga menggunakan aplikasi All Pile, kapasitas beban ujung adalah 430,81 ton, kapasitas beban kulit adalah 590,49 ton, dengan kapasitas beban total 1.028,15 ton untuk kapasitas beban yang diizinkan sebesar 411,26 ton, dan perhitungan metode elemen hingga menggunakan aplikasi Plaxis dengan persamaan metode Mazurkiwick menghasilkan kapasitas beban total sebesar 2.284,57 ton. Terdapat perbedaan dalam hasil analisis kapasitas beban pondasi tiang tunggal di atas, dengan kapasitas beban terbesar adalah kapasitas beban yang dihitung menggunakan metode elemen hingga dengan Plaxis 2D. Kata Kunci : Daya dukung tiang tunggal, Metode Reese & Wright, Aplikasi All Pile, Aplikasi Plaxis 2D.
Copyrights © 2025