Fenomena quarter life crisis merupakan respon alami terhadap tekanan dan tuntutan tugas perkembangan yang harus dihadapi pada masa dewasa awal. Pada mahasiswa yang bekerja, tekanan untuk berhasil dalam kedua peran yakni akademik dan profesional dapat memicu tanda quarter life crisis yang lebih kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resilience dengan quarter life crisis pada mahasiswa yang bekerja. Penelitian ini melibatkan 133 orang mahasiswa aktif Fakultas Psikologi Universitas Medan Area berusia 20–29 tahun dan memiliki pekerjaan full time ataupun part-time. Data dikumpulkan menggunakan skala resilience dan skala quarter life crisis. Hasil uji analisis korelasi Product Moment Pearson menunjukkan adanya hubungan negatif antara resilience dan quarter life crisis, dengan nilai koefisien korelasi r = -0,605 dan signifikansi p = 0,001 (p < 0,05). Artinya, semakin tinggi resilience, semakin rendah quarter life crisis yang dialami mahasiswa bekerja. Kontribusi efektif resilience terhadap quarter life crisis sebesar 36,6%. Secara umum, mahasiswa yang diteliti memiliki tingkat resilience yang tinggi dan mengalami quarter life crisis dalam tingkat rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya resilience sebagai faktor pelindung dalam menghadapi tekanan selama masa transisi menuju dewasa awal.
Copyrights © 2025