Penelitian ini memfokuskan pada evaluasi tingkat stres akademik dengan membandingkan kelompok mahasiswa reguler dan mahasiswa yang juga berstatus karyawan. Pemicu utama tekanan ini meliputi akumulasi tugas, pelaksanaan ujian, serta target pencapaian akademis. Menggunakan metodologi kuantitatif deskriptif dan teknik non-accidental sampling, riset ini mengumpulkan data dari 60 responden aktif, yang terdiri atas 37 mahasiswa reguler dan 23 mahasiswa karyawan. Data dihimpun melalui Google Form dengan skala penilaian 1-10 dan dianalisis menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistics versi 310.0.1.0. Hasil menunjukkan skor rerata stres mahasiswa reguler sebesar 48,92, sementara mahasiswa karyawan mencapai 51,96; keduanya masuk dalam klasifikasi stres tingkat menengah. Berdasarkan uji Shapiro-Wilk, data memiliki distribusi normal (p > 0, 05), sehingga analisis dilanjutkan dengan Independent Sample t-test. Hasil uji hipotesis menunjukkan angka signifikansi (2-tailed) sebesar 0,503, yang menegaskan tidak adanya perbedaan statistik yang signifikan antara kedua kelompok tersebut. Secara kualitatif, hambatan utama yang memicu stres adalah manajemen waktu dan beban tugas yang berat.
Copyrights © 2026