Keamanan jaringan telah berkembang menjadi salah satu isu strategis utama di era digital saat ini, tidak hanya bagi organisasi berskala besar, tetapi juga bagi organisasi kecil hingga pengguna individu. Seiring dengan meningkatnya ketergantungan terhadap sistem dan layanan berbasis jaringan, berbagai bentuk ancaman siber, seperti phishing, ransomware, serta serangan man-in-the-middle, menunjukkan tren peningkatan baik dari sisi kompleksitas teknik maupun frekuensi kejadiannya. Penelitian ini menerapkan metode narrative literature review dengan menelaah 15 jurnal ilmiah terkini yang diterbitkan pada periode 2020–2025, dengan tujuan mengidentifikasi jenis ancaman keamanan jaringan yang paling dominan serta solusi mitigasi yang direkomendasikan dalam literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor manusia (human error), konfigurasi jaringan yang tidak optimal, serta kurangnya pembaruan perangkat lunak secara berkala merupakan penyebab utama munculnya kerentanan keamanan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, berbagai solusi dinilai efektif, antara lain penerapan firewall, penggunaan enkripsi end-to-end untuk melindungi data dalam proses transmisi, pelaksanaan pelatihan kesadaran keamanan siber bagi pengguna, serta penerapan arsitektur zero trust sebagai pendekatan pengamanan berlapis. Secara keseluruhan, kajian ini menawarkan rekomendasi praktis yang dapat diimplementasikan tanpa memerlukan infrastruktur teknologi yang mahal, sehingga relevan dan aplikatif bagi organisasi skala kecil maupun pengguna individu.