Abstrak. Perawatan jenazah merupakan kewajiban fardhu kifayah bagi umat Islam dan menjadi bagian penting dalam pelayanan sosial masyarakat, khususnya bagi takmir masjid yang memiliki tanggung jawab langsung terhadap proses pemulasaraan. Dalam konteks penyakit menular, perawatan jenazah memerlukan penerapan prinsip Kewaspadaan Universal untuk mencegah penularan melalui darah, cairan tubuh, atau jaringan yang berpotensi infeksius. Masjid Al-Amanah Kendari menjadi pusat kegiatan keagamaan yang dihuni oleh masyarakat heterogen, sehingga peningkatan kapasitas takmir masjid terkait perawatan jenazah infeksius sangat diperlukan. Berdasarkan kebutuhan tersebut, dilakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa “Pelatihan Perawatan Jenazah dengan Penyakit Menular pada Takmir Masjid Al-Amanah Kendari”. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah, tanya jawab, simulasi, dan praktik langsung. Pelatihan dilakukan pada 15 Juni 2025 di Masjid Al-Amanah Anduonohu Regency, bekerja sama dengan Komunitas Muslimah Hijrah Kota Kendari (KMHK). Materi mencakup tata cara memandikan, mengafani, menshalatkan, hingga menguburkan jenazah sesuai syariat Islam, dengan penekanan pada prosedur penanganan jenazah infeksius. Evaluasi dilakukan melalui penilaian proses dan hasil. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai prosedur perawatan jenazah, terlihat dari antusiasme, banyaknya pertanyaan, serta kemampuan peserta dalam mempraktikkan langkah-langkah pemulasaraan. Meskipun demikian, tingkat partisipasi ibu-ibu masih rendah karena adanya rasa takut terhadap proses memandikan jenazah. Namun, dukungan takmir masjid dan keaktifan peserta laki-laki memberi kontribusi besar terhadap keberhasilan pelatihan. Pembahasan menunjukkan bahwa pendekatan audio-visual dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kesiapan takmir dalam menghadapi kasus jenazah infeksius. Pelatihan ini sekaligus meluruskan pemahaman yang keliru terkait tata cara syariat dalam pemulasaraan. Simpulan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan takmir masjid dalam memberikan layanan perawatan jenazah yang aman dan sesuai syariat. Saran yang diberikan meliputi pelatihan lanjutan secara berkala, peningkatan keterlibatan peserta terutama ibu-ibu, pembentukan tim pemulasaraan terlatih, penyediaan APD standar, serta kerja sama berkelanjutan dengan institusi kesehatan. Abstract. The management of deceased bodies is an essential fardhu kifayah obligation in Islam and plays a crucial role in community services, particularly for mosque administrators responsible for conducting the procedures of bathing, shrouding, praying, and burial. In cases involving infectious diseases, body management requires strict application of Universal Precautions to prevent transmission through blood, body fluids, or potentially infectious tissues. Masjid Al-Amanah Kendari, as an active religious center with a diverse congregation, requires enhanced capacity among its administrators in handling infectious deceased cases. Responding to this need, a Community Service Program was conducted under the theme “Training on Management of Infectious Deceased Bodies for the Administrators of Masjid Al-Amanah Kendari.” The training employed lectures, discussions, simulations, and hands-on practice. It was conducted on June 15, 2025, at Masjid Al-Amanah Kendari, in collaboration with KMHK. The materials covered Islamic procedures for bathing, shrouding, performing funeral prayers, and burial, with emphasis on infection control measures. Evaluation was carried out through process and outcome assessment. The results indicated a significant improvement in participants’ understanding of the procedures, as shown by their enthusiasm, active questioning, and ability to perform practical demonstrations. However, participation from female attendees was limited due to fear of imagining the body-washing process. Nevertheless, strong support from mosque leaders and active involvement from male participants contributed to the training’s success. The discussion highlights that combining audio-visual learning with hands-on practice effectively enhances readiness in handling infectious deceased cases. The training also corrected several misconceptions related to Islamic funeral procedures. In conclusion, the activity successfully improved the knowledge and skills of mosque administrators in providing safe and Sharia-compliant body care services. Recommendations include regular follow-up training, increased involvement of female participants, formation of a trained funeral care team, availability of standard protective equipment, and continued collaboration with health institutions.
Copyrights © 2025