Akses digital sulit dihindari pada era sekarang, namun SMP SahabatQu menerapkan kebijakan sekolah bebas gawai dan memanfaatkan koran perpustakaan sebagai sumber informasi Penelitian ini bertujuan menganalisis peran fungsional koleksi koran di SMP SahabatQu, sebuah sekolah yang melarang akses media digital bagi siswa yang terbiasa menerima jutaan informasi dari gawai. Meskipun dianggap kuno, koran terbukti memainkan peran penting sebagai media substitusi karena berfungsi sebagai sumber informasi terkini yang aman dan terfilter, sekaligus mendukung peningkatan literasi dan menjaga disiplin bebas gawai. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan cakupan berita dan kecepatan pembaruan membuat koran belum sepenuhnya mampu menggantikan kelengkapan informasi digital, sehingga diperlukan inovasi radikal dalam pengelolaan koleksi dan penguatan program literasi berbasis berita untuk mengatasi celah tersebut.
Copyrights © 2025