Banyaknya kerusakan bangunan IPAL sepeti pecahnya pipa saluran mengakibatkan IPAL tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dampak kerusakan tersebut diantaranya polusi lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhikeberlanjutan pengelolaan IPAL Komunal di Kota Solok. Metode penelitian kuantitatif dengan responden stakeholders yang berkaitan dengan IPAL. Jumlah responden penelitian ini adalah 84 orang. Hasil penelitian ditemukan 2 faktor yang mempengaruhi keberlanjutan IPAL Komunal yang terdiri dari 11 variabel. 5 variabel paling dominan yaitu Kondisi fisik sarana dan prasarana sistem penyaluran hanya sebagian yang berfungsi, Kualitas effluent berbau menyengat, merusak estetika dan menganggu ekosistem didekatnya , Kondisi fisik tidak lengkap dan tidak berfungsi, Layout tidak sesuai dengan perencanaan dan tanpa penjelasan dan Lokasi IPAL terlalu dekat dengan rumah warga, dimana tidak terjangkau dengan truk penyedot tinja.
Copyrights © 2026