Penelitian ini membahas dinamika rezim otoritarian Orde Baru dan kontroversi wacana penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional di tengah catatan pelanggaran HAM pada 1998. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dan studi kepustakaan, kajian ini menelusuri karakter politik Orde Baru yang ditandai oleh sentralisasi kekuasaan, kontrol militer, pembatasan kebebasan sipil, serta praktik KKN yang mengakar. Analisis kemudian berfokus pada rangkaian pelanggaran HAM menjelang kejatuhan Soeharto, termasuk kerusuhan Mei, kekerasan seksual, pembunuhan massal, serta penculikan aktivis pro-demokrasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa upaya mempromosikan Soeharto sebagai pahlawan nasional tidak dapat dilepaskan dari upaya rekonstruksi memori sejarah yang berpotensi memutihkan tindakan represif negara. Karena itu, kajian ini menegaskan pentingnya integritas sejarah, transparansi, dan penghormatan terhadap korban sebagai fondasi etis dalam merumuskan kebijakan kepahlawanan, sekaligus menjaga nilai-nilai demokrasi dan HAM pada era reformasi.
Copyrights © 2026