Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad
Vol 10, No 2 (2025): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian

ANALISIS PENDAPATAN DAN PEMASARAN USAHATANI BERAS MERAH DI KECAMATAN TEGALWARU KABUPATEN KARAWANG

Dewi, Selvy Prasinta (Unknown)
Abubakar, Abubakar (Unknown)
Wicaksana, Indrajit (Unknown)



Article Info

Publish Date
22 Dec 2025

Abstract

AbstrakKecamatan Tegalwaru merupakan daerah yang masuk bagian administratif Kabupaten Karawang yang memiliki potensi dalam usahatani beras merah, meskipun menghadapi tantangan dalam aspek pemasaran dan permintaan pasar. Riset ini dilakukan untuk menganalisis pendapatan dan saluran pemasaran beras merah, serta mengukur efisiensi pemasaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengambilan sampel jenuh sebanyak 27 orang petani dan 6 orang pelaku pemasaran. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta kuisioner. Penelitian ini menemukan bahwa rata-rata biaya total sebesar Rp 3.260.546/musim tanam, menghasilkan rata-rata penerimaan sebesar Rp 16.609.259/musim tanam, sehingga diperoleh pendapatan sejumlah Rp 13.348.713/musim tanam. Nilai yang diperoleh dari perhitungan R/C Ratio sebesar 4,72. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani pada penelitian ini layak untuk dikembangkan karena memberikan keuntungan. Pada pemasaran, ditemukan tiga jalur pemasaran, yaitu: saluran I: petani → pedagang pengumpul → pedagang besar → konsumen (FS: 41,66%), saluran II: petani → pedagang pengumpul → pedagang pengecer → konsumen (FS: 70,58%), saluran III: petani → konsumen (FS: 100%). Saluran II merupakan saluran paling efisien karena FS yang tinggi dan biaya pemasaran yang rendah. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa usahatani beras merah di Kecamatan Tegalwaru dapat menjadi pilihan usaha tani yang menguntungkan apabila didukung dengan strategi pemasaran yang tepat dan berkelanjutan.Kata kunci: Pendapatan, Usahatani Beras Merah, Pemasaran, Farmer Share, R/C Ratio.AbstractTegalwaru Subdistrict, located within Karawang Regency, has significant potential for red rice farming, although it faces challenges related to marketing and market demand. This study aims to analyze the income and marketing channels of red rice and to assess marketing efficiency. A descriptive quantitative approach was employed, using saturated sampling involving 27 farmers and 6 marketing actors. Data were collected through observation, interviews, and questionnaires. The results indicate that the average total cost per planting season was IDR 3,260,546, generating an average revenue of IDR 16,609,259, resulting in an average income of IDR 13,348,713 per season. The R/C Ratio was calculated at 4.72, demonstrating that red rice farming is profitable and feasible for development. Three marketing channels were identified: Channel I (farmer → collector → wholesaler → consumer) with a farmer share of 41.66%, Channel II (farmer → collector → retailer → consumer) with 70.58%, and Channel III (farmer → consumer) with 100%. Channel II was the most efficient due to its high farmer share and relatively low marketing costs. The findings suggest that red rice farming in Tegalwaru Subdistrict can be a viable and profitable agricultural enterprise if supported by appropriate and sustainable marketing strategies.Keywords: Income, Red Rice Farming, Marketing, Farmer Share, R/C Ratio.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

agricore

Publisher

Subject

Description

Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Padjadjaran. Diterbitkan Atas Kerjasama Program Studi Agribisnis dan Departemen Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Unpad Dengan PERHEPI Komisariat Bandung ...