Abstrak Pertumbuhan penduduk yang pesat di Kota Cimahi telah memicu perubahan infrastruktur dan tata guna lahan, khususnya alih fungsi lahan pertanian menjadi non-pertanian. Kondisi ini berpotensi menurunkan produksi pangan dan memicu krisis pangan yang berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi. Pertanian perkotaan merupakan salah satu solusi strategis untuk menghadapi tantangan tersebut. Kebijakan Pemerintah Kota Cimahi melalui Sistem Pertanian Terintegrasi, Gerakan Tanam Cepat panen Tanaman Hortikultura, dan Gerakan Pangan Murah diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian dilakasanakan pada Bulan Februari sampai dengan Mei 2025 bertempat di Kota Cimahi, dengan menggunakan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanian perkotaan berperan terhadap kesejahteraan sosial masyarakat, dengan nilai indeks 82,90 (sangat tinngi). Pada aspek ekonomi, analisis Benefit Cost Analysis (BCA) menunjukkan kelayakan ekonomi pada dua program utama: Sistem Pertanian Terintegrasi (BCA 1,01) dan Gerakan Tanam Cepat Panen Tanaman Hortikultura (BCA 9,82). Analisis SWOT menunjukkan bahwa posisi strategi pertanian perkotaan berada pada kuadran V (hold and maintain), menandakan posisi strategis yang stabil dan perlu dipertahankan. Strategi yang direkomendasikan dalam posisi ini yaitu penetrasi pasar (market penetration) dan pengembangan produk (product development).Kata kunci: Pertanian Perkotaan, Sosial, Ekonomi, Ketahanan Pangan.Abstract The rapid population growth in Cimahi, has triggered change in infrastrucuture and land use, especially the convertion of agricultural land to non-agricultural use. This condition has potencial to reduce food production and trigger a food crisis that effects social and economic welfare. Urban agriculture serves as a strategic solution to adress this challenges. The Cimahi City Government’s policies throught the Integrated Agricultural System Program, The Horticultural Crop Harvest Rapid Planting Moment, and the Cheap Food Movement are expected to support achievment of smart economy and imporove community walfare. This study was conducted from February to May 2025 in Cimahi City, using a survey methode. The results study show that urban agriculture play a role in the social welfare of the community, with an index score 82,9 (very high). In the economyc aspect, the Benefit Cost Analysis (BCA) shows the economyc feasibility of two main programs: the Integrated Agricultural System (BCA 1.01), and the Horticultural Crop Harvest rapid Planting Movement (BCA 9.82). The SWOT analysis shows that the position of the urban agriculture strategy is in quadran V (hold and maintaince), indicating a stable strategic position that need to be maintained. The strategies recommended in this position are market penetration and product development.Keywords:Urban Agriculture, Social, Economy, Food Security.
Copyrights © 2025