Pertanian berkelanjutan merupakan pendekatan sistem produksi yang mengintegrasikan aspek ekologi, ekonomi, dan sosial guna menjamin kesinambungan sumber daya alam dan peningkatan kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tingkat keaktifan petani dalam kelembagaan kelompok tani serta partisipasi dalam kegiatan penyuluhan terhadap tingkat adopsi praktik pertanian berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 250 responden petani di Kecamatan Bulango Utara, Provinsi Gorontalo. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan regresi logistik biner. Variabel independen berupa skor keaktifan dalam kelembagaan dan penyuluhan, sedangkan variabel dependen adalah status adopsi praktik berkelanjutan yang diklasifikasikan berdasarkan skor kumulatif implementasi teknologi ramah lingkungan seperti penggunaan pupuk organik, pengendalian hayati, dan rotasi tanaman. Hasil analisis menunjukkan bahwa baik keaktifan dalam kelembagaan (p=0,438) maupun penyuluhan (p=0,995) tidak berpengaruh secara statistik terhadap tingkat adopsi praktik pertanian berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa kehadiran formal saja belum cukup tanpa proses pembelajaran yang partisipatif. Oleh karena itu, diperlukan reorientasi strategi penyuluhan menuju pendekatan yang lebih dialogis, kontekstual, dan berbasis kebutuhan agroekologi lokal untuk memperkuat transformasi menuju sistem pertanian yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025